RSS

CARA PRAKTIS MENYUSUN KARYA ILMIAH REMAJA (KIR)

06 Agu
Capung

1. Apa Karya Ilmiah Remaja (KIR)?

Karya ilniah remaja (KIR), adalah karya ilmiah yang ditulis atau dikerjakan oleh kalangan remaja. Karya ilmiah maksudnya karya tulis yang penggarapannya mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Bukan dibuat dengan cara menghayal, bukan karya fiksi, bukan karya rekaan seperti; puisi, cerpen, novel, cerita bersambung, dongeng, dll. Karya ilmiah setidak-tidaknya harus mempunyai 3 (tiga) syarat, yakni: (1) isi kajiannya berada dalam lingkup pengetahuan ilmiah, (2) cara penggarapannya menggunakan metode ilmiah, dan (3) cara penyajiannya/ penulisannya memenuhi syarat sebagai karya ilmiah.

2. Apa Modal Utama agar Bisa Menyusun Karya ilmiah Remaja (KIR)?

KIR bukan karya hayalan. Oleh karena itu seorang yang ingin menyusun KIR tidak bisa hanya dengan menghayal langsung bisa menyusun KIR. Mereka harus membekali diri dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang garapan KIR yang akan dikerjakan. Yang paling penting untuk diperhatikan yang ingin menyusun KIR harus menanyakan dirinya sendiri: Apakah saya punya modal motivasi yang cukup besar untuk bisa menyusun KIR? Yang dimaksud modal motivasi adalah: (1) Mempunyai keinginan dari kesadaran sendiri untuk bisa menyusun KIR? (2) Mempunyai semangat pantang menyerah mengumpulkan teori-teori untuk menyusun KIR baik dari buku-buku, majalah, internet, atau bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang ahli dalam bidang garapan KIR? (3) Mempunyai rasa ingin tahu dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang ada di sekitar kita sebelum ditelusuri secara detail dari segi ilmiahnya? (4) Mempunyai kemampuan mensintesa antar teori-teori yang dipahami dan mengkaitkan fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita?

3. Bagaimana Langkah-langkah Menyusun KIR?

Untuk menjamin hasil KIR yang baik, maka perlu disiapkan langkah-langkah utama dalam kegiatan penelitian ilmiah sebagai berikut.

  1. Memilih Ide Penelitian
  2. Studi Pendahuluan
  3. Merumuskan Masalah
  4. Merumuskan Manfaat Penelitian
  5. Memilih Tinjauan Pustaka / Landasan Teori
  6. Merumuskan Hipotesis (Jika perlu)
  7. Memilih Metode Penelitian
  8. Menentukan Variabel atau Sumber Data
  9. Menentukan dan Menyusun Intrumen
  10. Mengumpulkan Data
  11. Menganalisis Data
  12. Menarik Kesimpulan
  13. Menulis Laporan KIR
  14. Melengkapi lampiran-lampiran

4. Bagaimana Cara Memilih Ide Penelitian? 

Memilih ide penelitian memerlukan suatu kepekaan dari calon peneliti. Ide atau masalah penelitian bisa diperoleh dari berbagai cara. Di antaranya:

  1. Dari membaca laporan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dirasakan perlu dilakukan penelitian lanjutan, penelitian pendalaman, atau penelitian pengembangan;
  2. Dari mengamati: (a) fenomena-fenomena atau kejadian yang terjadi di alam sekitar kita; (b) kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya; (c) cara kerja yang dilakukan orang untuk mempercepat proses atau meningkatkan mutu hasil produksinya; (d) hasil diskusi orang-orang sekitar kita atau forum ilmiah yang membahas tentang mencari solusi suatu masalah.
  3. Mencari titik-titik singgung atau kesesuaian secara logika dua atau lebih teori-teori yang diketahui. Contoh: Dari teori menyebutkan lapisan ozon menipis sehingga terjadinya global warming salah satu penyebabnya adalah adanya gas buang N2O dan CO2 ke udara. Teori lain menyebutkan bahwa gas N2O dan CO2 dihasilkan oleh banyak hal, di antaranya oleh tanaman yang diberikan pupuk kimia (Urea atau NPK) yang digunakan petani. Titik singgungnya adalah: adakah jenis pupuk lain (ramah lingkungan) yang tidak terlalu banyak menghasilkan gas N2O dan CO2?
  4. Mencari cara-cara baru atau teknologi baru untuk mempermudah cara kerja dari pada cara-cara kerja yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat. Cara-cara baru untuk meningkatkan jumlah hasil produksi dari pada cara-cara yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat. Cara-cara baru untuk meningkatkan mutu hasil produksi dari pada cara-cara yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat.
  5. Memanfaatkan suatu bahan yang selama ini terbuang menjadi limbah oleh masyarakat padahal secara teori suatu bahan itu mengandung unsur-unsur yang dapat dimanfaatkan jika dilakukan pengolahan seperti limbah dapur atau pedagang sayur untuk kompos, limbah serbuk gergaji kayu untuk media tanaman atau bahan bakar kompor, tai ternak untuk bio gas, tombong kelapa untuk selai, dll.
  6. Pesanan pihak luar untuk dilakukan penelitian. Dalam hal ini dapat dicontohkan dari tema atau topik penelitian yang sudah ditetapkan oleh pihak panitia Lomba KIR karena ada kepentingan khusus. Misalnya perusahan TELKOMSEL mengadakan lomba KIR berjudul “Keunggulan Produk Telkomsel dalam Persaingan Media Komunikasi di Indonesia”

5. Apakah Setiap Ide Penelitian dapat Dijadikan Penelitian?

Ide penelitian yang akan diteliti untuk menjamin akan menghasilkan KIR yang baik minimal harus:

(1) Sesuai dengan minat peneliti sehingga peneliti lebih bersemangat dan dengan senang hati mengerjakan penelitian tersebut

(2) Memiliki potensi besar penelitian bisa dikerjakan dengan modal dasar:

  1. Peneliti mempunyai kemampuan, landasan teori, dan pengalaman pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti tersebut.
  2. Tersedia waktu yang cukup untuk melakukan penelitian sehingga penelitian tidak asal selesai.
  3. Peneliti siap secara fisik untuk mengobservasi, mengumpulkan data, dan menyusun laporan penelitian.
  4. Peneliti siap secara material atau dana untuk biaya-biaya yang dibutuhkan.

(3) Tersedia faktor pendukung. Pendukung utama adalah:

  1. Tersedia data yang bisa diperoleh baik data primer (digali sendiri) maupun sekunder (dikutip dari data yang sudah ada).
  2. Ada ijin dari pihak berwenang. Walaupun ide atau masalah penelitian sangat menarik untuk diteliti namun jika tidak dapat ijin dari pihak yang berwenang.
  3. Keamanan peneliti terjamin. Maksudnya, meskipun data awal ada, minat ada, kemampuan juga ada, tetapi jika dalam penelitian mengancam keselamatan peneliti sebaiknya penelitian dikaji ulang.

(4)   Hasil penelitian harus bermanfaat bagi kelompok masyarakat tertentu atau masyarakat umum.

6.   Jika telah ada Ide atau Masalah yang Diteliti, Bisakah Penelitian Langsung Dilakukan?

Sebaiknya jangan terburu-buru langsung melakukan penelitian ke lapangan. Sebab resikonya akan menghadapi banyak hambatan dan kebingungan menggali data yang belum tentu cocok atau sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian.

Sebelum melakukan penelitian yang sesungguhnya, seharusnya dilakukan studi pendahuluan, yakni observasi awal menjajagi kemungkinan penelitian dapat dilakukan. Observasi awal ini penting dilakukan untuk mencari informasi awal guna mempertajam atau memperjelas ide atau masalah yang akan diteliti.

Fungsi studi pendahuluan adalah:

  1. untuk mengetahui dengan pasti hal-hal yang akan diteliti.
  2. untuk mengetahui dengan pasti siapa informan (yang akan dimintai keterangan) dan mereka mau memberikan informasi.
  3. untuk mengetahui dengan pasti cara-cara mendapatkan data atau informasi.
  4. untuk mengetahui dengan pasti cara-cara menganalisis data

Sesuai dengan fungsinya, studi pendahuluan harus dilakukan pada: (1) rencana lokasi penelitian, (2) calon-calon informan, (3) alat-alat yang akan digunakan dalam penelitian, (4) lembaga-lembaga yang akan memberikan data penelitian, (5) sumber-sumber hasil-hasil penelitian sebelumnya, (5) buku-buku / internet yang dibutuhkan teori-teori pendukungnya, dan (6) kesanggupan pembimbing yang akan memberikan bimbingan selama melakukan penelitian.

7.  Bagaimana Merumuskan Judul dan Masalah Penelitian?

Apabila telah diperoleh ide penelitian dan informasi yang cukup dari studi pendahuluan maka langkah berikutnya adalah merumuskan judul dan masalah penelitian. Judul dan masalah penelitian adalah hal yang terpenting dilakukan agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan akurat dalam pengumpulan teori penelitian serta data pendukung.

Judul penelitian dirumuskan dari ide penelitian. Judul karya ilmiah hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok karya ilmiah. Dari kalimat judul penelitian sudah dapat digambarkan hal yang diteliti dan secara tidak langsung dapat diketahui manfaatnya bagi masyarakat tertentu atau masyarakat umum. Inti kalimat judul penelitian adalah “Hal yang diteliti dan objeknya” dapat ditambah “manfaatnya” jika dipandang perlu.

Contoh judul penelitian KIR:

  1. Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati
  2. Pemanfaatan Tombong Buah Kelapa sebagai Alternatif Bahan Pembuat Selai yang Bergizi dan Disukai Konsumen.
  3. Pemanfaatan Minyak Jinten untuk Meningkatkan Kemampuan Otak
  4. Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Agregat Dalam Pembuatan Beton
  5. Pemanfaatan Jantung Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Bahan Pengawet Daging.
  6. Studi Komparasi Antara Kualitas Salak Bali dengan Salak Bangkalis.

Merumuskan masalah penelitian dilakukan dengan memilah judul penelitian yang mengandung beberapa variabel yang harus dicarikan jawaban berdasarkan data-data yang nanti akan dikumpulkan.

Kita ambil contoh judul nomor (1) di atas “Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati “. Dari judul itu dipilah menjadi 3 variabel, yakni

  1. kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka.
  2. kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran.
  3. pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah

Dari pemilahan judul penelitian menjadi 3 variabel tersebut sebut tinggal dirumuskan menjadi kalimat pertanyaan yakni:

  1. Bagaimana kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka?
  2. Bagimana kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran?
  3. Bagaimana pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah?

Rumusan masalah penelitian ini khusus untuk point (3) dapat ditambah dengan tempat penelitian yakni  “Bagaimana pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati?

Jika sudah sampai pada tahap perumusan masalah penelitian langkah selanjutnya yakni merumuskan tujuan penelitian dapat dilakukan dengan sangat mudah yakni mengubah rumusan masalah penelitian menjadi tujuan dengan menghilangkan kata “bagaimana” menjadi kalimat “untuk mengetahui” dan di akhir kalimat rumusan masalah ada tanda tanya “?” dalam rumusan tujuan penelitian dihilangkan atai diganti dengan tanda titik (.).

Lihatlah sekali lagi rumusan masalah penelitian tersebut di atas. Bandingkan dengan rumusan tujuan penelitian berikut ini.

  1. Untuk mengetahui kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka.
  2. Untuk mengetahui kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran.
  3. Untuk mengetahui pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah.

Jadi rumusan tujuan penelitian dalam karya tulis ilmiah berkaitan langsung dengan masalah penelitian. Sebab rumusan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui atau menjawab masalah yang diajukan dalam penelitian.

8.  Perlukah Dirumuskan Masalah Penelitian?

Jawabnya perlu. Sebab sekecil apapun atau sederhana apapun penelitian yang dilakukan pasti ada manfaat dari hasil yang nantinya dicapai. Paling tidak bermanfaat bagi penulis/ peneliti bahwa penelitian itu untuk menambah wawasan tentang hal yang sedang diteliti. Penelitian ilmiah yang baik adalah penelitian yang memberikan manfaat yang cukup besar bagi banyak orang. Bahkan penelitian Albert Einstein memberikan manfaat sangat besar dan mengubah cara pandang orang di muka bumi ini tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jadi rumusan manfaat penelitian dapat diformulakan sebagai berikut.

  1. Bagi Masyarakat
  2. Bagi Pemerintah (jika dipandang perlu)
  3. Bagi penulis

9.  Bagaimana Caranya Menyusun Tinjauan Pustaka atau Landasan Teori?

Tinjauan pustakan atau bisa disebut landasan teori masuk ke Bab II dalam karya tulis ilmiah. Ada juga tinjauan pustaka digabungkan dengan Bab I yaitu Pendahuluan. Tetapi hal itu tidak terlalu prinsip. Artinya tidak karena beda penempatan tinjauan pustaka menyebabkan karya tulis ilmiah itu didiskualifikasikan oleh juri atau panitia lomba karya tulis ilmiah.

Yang penting untuk dipahami adalah bagaimana cara menyusun tinjauan pustaka. Cara atau tips yang praktis untuk menyiapkan diri dalam menyusun tinjauan pustaka dapat dijelaskan sebagai berikut.

(1)  Pahami betul judul penelitian dan masalah penelitian. Apakah variabel-variabel yang ada dalam judul penelitian atau masalah penelitian. Sebab tinjauan pustakan pada dasarnya adalah teori-teori yang perlu dipahami atau diketahui terlebih dahulu oleh peneliti sebelum dilakukan penelitian sehingga penelitian tidak salah arah. Jika teori belum diketahui peneliti atau penulis mana mungkin dia bisa melakukan peneliti.

Contoh pembanding dalam kegiatan sehari-hari kita, suatu hari kita disuruh orang mencari seseorang ibu di pasar karena anak bayinya dititipkan sedang menangis. Sedangkan kita tidak tahu dan tidak pernah mengenal si ibu bayi itu. Kalau sosok ibu-ibu di pasar banyak tetapi manakah ibu yang diperlukan oleh bayi itu. Jika kita langsung mencari sosok ibu yang dimaksud di kerumunan orang-orang di pasar sama saja dengan buang-buang waktu dan tenaga dan kemungkinan besar kita akan kehilangan arah pencarian. Oleh karena itu yang perlu dilakukan sebelum mencari sosok ibu yang dimaksud adalah menanyakan ciri-ciri si ibu. Dalam penelitian ilmiah ciri-ciri si ibu itu disebut dengan tinjauan pustaka. Dari ciri-ciri si ibu atau dari tinjauan pustakan itulah kita akan memiliki kesiapan melakukan penelitian.

(2)  Dari variabel-variabel dalam judul dan masalah penelitian dapat dicatat pointer-pointer tinjauan pustaka yang perlu dicari atau diburu    baik di perpustakaan, toko buku, menanyakan orang-orang sekitar yang mungkin punya buku yang berkaitan, dan melacak di media internet. Bahan dari buku-buku, majalah, atau internet paling tidak untuk satu pointer variabel didukung oleh 2 (dua) sumber. Kalau terpaksa hanya dapat 1 (satu) sumber masih bisa diterima daripada tidak ada tinjauan pustaka sama sekali.

Dari judul yang dijadikan contoh tersebut di atas: “Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati”. Rumusan tinjauan pustaka yang mesti dicari adalah:

-       Gas N2O yang dihasilkan tanah sawah

-       Pupuk organik kaitannya dengan gas N2O yang dihasilkan

-       Pupuk Anorganik kaitannya dengan gas N2O yang dihasilkan

(3)  Tinjauan pustaka dirumuskan secara berurutan sesuai dengan variabel-variabel yang terkandung dalam judul dan  masalah penelitian sehingga menjadi satu rangkaian logika kerangka berpikir ilmiah si peneliti. Dari kemampuan mengurutkan tinjauan pustakan itulah tim juri atau penguji Lomba Karya Tulis Ilmiah dapat mengetahui keteraturan cara berpikir dan logika ilmiah yang dimiliki si peneliti atau penulis. Jika landasan teorinya tidak teratur dan berurutan serta memasukkan teori-teori yang tidak perlu (asal penuh atau asal berisi teori) maka tim penguji dapat menebak si peneliti Karya Tulis ilmiah itu jalan pikirannya ngawur dan kacau. Berikutnya dapat diprediksi hasil penelitian ilmiahnya tidak dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Contoh judul di atas:  Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Tinjauan pustakanya secara teori gas N2O adalah salah satu penyebab rusaknya lapisan Ozon di permukaan bumi yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Teori lain menyebutkan Gas N2O salah satu sumber penghasilnya adalah tanah pertanian yang digarap petani selama ini menggunakan pupuk kimia seperti Urea, NPK. Dari teori lain menyebutkan pupuk alam atau organik dapat mengikat mikroorganisme tanah dan gas N2O yang dihasilkan tergolong rendah. Dari tinjauan pustaka dan teori-teori tsb dapat ditarik logika, jika petani menggunakan pupuk organik akan mengurangi gas buang N2O ke udara berarti kerusakan lapisan ozon dapat dikurangi sehingga pemanasan global tidak lebih parah.

Untuk membuktikan seberapa besar gas N2O yang dihasilkan pupuk alami dan pupuk alami jenis mana yang lebih kecil menghasilkan N2O maka perlu dilakukan penelitian eksprimen.

About these ads
 
32 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2011 in Ekstrakurikuler KIR

 

32 responses to “CARA PRAKTIS MENYUSUN KARYA ILMIAH REMAJA (KIR)

  1. Lisa arini

    Agustus 10, 2011 at 5:15 am

    bapak lisa pengen bapak yang jadi guru pembina kir,

     
    • nymsudana

      Agustus 11, 2011 at 2:54 am

      Lisa, boleh konsultasi via email. Nanti pak bantu. OK

       
  2. ratnakd636'kd

    Agustus 16, 2011 at 3:51 am

    saya merasa kehilangan minat menulis ringan. bagaimana untuk bisa menulis lagi? hanya menulis saja , yang sederhana…
    selalu bingung untuk memulai dan takut untuk mengembangkan tulisan. :(

     
    • nymsudana

      Agustus 21, 2011 at 9:52 pm

      Rat, biasakan dalam sehari menulis buku harian. Tulislah hal-hal ringan, unik, lucu, romantis, menggemaskan, mengharukan, dll yang kamu alami hari itu. Menulis itu keterampilan. Orang yang terampil adalah orang yang sudah biasa melakukan. Bengkel terampil karena biasa memperbaiki mesin. Guide terampil berbahasa asing karena hampir setiap hari berbahasa asing dengan tamu yang dipandunya. Prinsipnya sama. Jadi jika ingin menulis, biasakan menulis. Pak tunggu perkembangannya

       
      • Evan Hisyam A

        Desember 27, 2013 at 12:35 pm

        Pak, saya Evan. Saya siswa SMPN 1 Sidoarjo. Saya bingung pak musti cari ide apa untuk materi KIR saya. Bisakah bapak menolong? Jika bapak dengan senang hati menolong, saya butuh support dan saran untuk materi KIR saya. evan.aradhana@gmail.com
        Makasih sebelumnya,

         
      • nymsudana

        Agustus 24, 2014 at 3:46 pm

        Maaf lama tidak buka blog. Sibuk banget
        Sekarang sdh SMA ya?

         
  3. ratnakd636'kd

    Agustus 16, 2011 at 3:52 am

    sepertinya saya tahu contoh KIR itu pak .,, hhehehee :P

     
    • nymsudana

      Agustus 21, 2011 at 9:49 pm

      Ya, semua contoh KIR itu karya anak-anak Suksma yang pernah saya bina. Contoh KIR itu untuk adik-adik kalian yang ingin belajar membuat KIR. Trims ya atas responnya

       
  4. gungde arista

    Agustus 23, 2011 at 5:03 pm

    tmbhan pak bos…syarat 1 topik/ide yang baik adalah bila terdapat minimal 2 kemungkinan jawaban pak…

     
    • nymsudana

      Agustus 25, 2011 at 1:40 am

      Suksma, Gung. Nanti akan disempurnakan. Utk siswa SMA, segitu saja sudah cukup. Terutama membuat mereka tertarik dulu. Kalau sudah tertarik, barulah ditambah ha-hal detail

       
  5. diyaahh

    Oktober 9, 2011 at 2:22 am

    info tntng lomba lomba KIR gaada pk ?

     
    • nymsudana

      Oktober 11, 2011 at 9:01 pm

      Ada, lomba KIR di Unhi, di Stikom. Tanya saja Kepsek/ kepala TU di Sekolah, pasti dikasih info. Pak tahu dari beliau dan terpasang di papan pengumuman sekolah.

       
  6. Nita Antari

    Desember 8, 2011 at 9:16 am

    pak gimana cara mengolah data yang sudah didapat dengan baik?

     
    • nymsudana

      Desember 17, 2011 at 2:26 am

      Cara mengolah data, tergantung datanya berupa apa? Jika data angka harus diolah dengan rumus statistik. Tapi kalau data kualitatif hasil wawancara, observasi, pustaka biasanya hanya direkontruksi secara triangulasi (3 sumber data membahas masalah yang sama). Coba ikuti lomba LKTI nanti akan belajar dari sana. OK Pak Tunggu

       
  7. capungkrabs

    Februari 29, 2012 at 1:06 pm

    saya kurang mengerti dengan foto “capung” dalam artikel bapak :D

     
    • nymsudana

      Februari 29, 2012 at 2:16 pm

      Foto capung hanya ilustrasi. Dapat diartikan bagi seorang peneliti hal yang biasa bagi orang kebanyakan akan tetap menjadi perhatian luar biasa bagi seorang peneliti. Misalnya orang melihat capung. Kira-kira begitu. Trim sdh atensi

       
  8. restu bennington

    Agustus 11, 2012 at 8:09 am

    bapak saya kebingungan cari ide penelitiannya pak..
    bagaimana ya pak cari ilham yang menarik tapi waktu penelitiannya singkat?
    trimakasih pak. :D

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:52 pm

      Wah sdh lama banget tdk buka blog, maaf baru jawab. tapi masih merasa ada masalah?

       
  9. Miftahul Khaer

    Februari 14, 2013 at 3:51 am

    saya masih SMA dan artikel ini sangat membantu…
    terima kasih atas bantuan anda…
    tapi saya masih kurang mengerti di instrumennya…
    karena perbedaan judul…
    judul saya Siswa – Siswi tidak betah di lingkungan sekolah…
    mohon bantuannya sedikit…
    saya masih baru dalam karya tulis ilmiah

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:51 pm

      Wah sdh lama banget tdk buka blog, maaf baru jawab. tapi masih merasa ada masalah?

       
  10. @awazahra

    Maret 31, 2013 at 3:04 am

    Langkah yang lebih mudah untuk menulis kir untuk anak smp bagaimana ya?

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:50 pm

      Wah sdh lama banget tdk buka blog, maaf baru jawab. tapi masih merasa ada masalah?

       
  11. Muhammad Syakur

    April 22, 2013 at 12:54 pm

    :v aku jadi punya semangat untuk berimajinasi :)

     
  12. Diyah ayu rahmatika

    November 17, 2013 at 2:45 am

    Saya mau tanya,cara menemukan ide yang luar biasa itu gimana?gak yang biasa,tapi yang luar biasa.

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:49 pm

      Wah sdh lama banget tdk buka blog, maaf baru jawab. tapi masih merasa ada masalah?

       
  13. Diyah ayu rahmatika

    November 17, 2013 at 2:54 am

    Saya kan baru ini ikut KIR disekolah dan kemarin baru dimulai tapi ulasannya gak begitu penting,paling cuma KIR itu apa?contoh judul KIR yang dibuat kakak kelas.Hanya itu saja,Lha ini dikasih PR untuk buat KIR,saya aja belum paham apa itu KIR dan bagaimana caranya buat.Sekarang malah saya mulai malas dengan menulis,biasanya saya senang menulis puisi atau cerpen.Tapi karna karya saya tidak ada yang mendukung akhirnya sya malas menulis.Saya juga sekarang agak gak suka dengan KIR,dulu saya suka sekali dan pengen ikut KIR,sekarang udah ikut malah gak ada motivasi karena salah satu temen saya yang ingin menjatuhkan dan mengalahkan saya dalam bidang akademik(Saingan saya) ikut juga,dan dia sukanya cari muka ke guru-guru.Didepan saya baik,tapi dibelakang saya menjelek jelekkan saya.Kasih tau solusinya dong?

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:48 pm

      kemajuan diri bukan ditentukan orang lain tapi diri sendiri. Maju terus

       
  14. Rosa Nur

    Januari 4, 2014 at 7:21 am

    Pak saya bingung untuk cari ide bidang komputer. Mohon bantuannya pak

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:45 pm

      Maaf tumben buka blog hehehe. Masih bingung?

       
  15. anis

    Agustus 24, 2014 at 3:17 pm

    Gimana caranya buat rumusan masalah?

     
    • nymsudana

      Agustus 24, 2014 at 3:44 pm

      Cek indikator judul. Kalau dalam judul ada misalnya 2, maka minimal masalahnya ada 2 yakni masalah untuk indikator 1 dan indikator 2. Contoh: Pemanfaatan limbah kertas untuk tas serba guna. Indikatornya ada 2 indikator: (1) Pemanfaatan limbah dan (2) tas serba guna. Jadikan masalah penelitian: (1) Bagaimana cara memanfaatkan limbah kertas (2) bagaimana olahan limbah kertas menjadi tas serba guna. Semoga bermanfaat

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: